Tampilkan postingan dengan label Drug. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Drug. Tampilkan semua postingan

Senin, 23 Oktober 2023

Prinsip Dan Macam Macam Metode Ekstraksi

Cara Dingin 

1. Maserasi 

Maserasi merupakan metode ekstraksi dengan merendam simplisia dan sesekali melakukan pengadukan. Menggunakan satu jenis pelarut dan untuk simplisia termolabil. 
Perendaman bagian tanaman secara utuh atau yang sudah digiling kasar dengan pelarut dalam bejana tertutup pada suhu kamar selama sekurang-kurangnya 3 hari dengan pengadukan berkali-kali sampai semua bagian tanaman yang dapat larut melarut dalam cairan pelarut.
Kerugian :
a. Waktu relatif lama >24 jam
b. Cairan penyari yang digunakan banyak
c. Tidak dapat digunakan untuk bahan-bahan yang tekstur keras seperti benzoin, tiraks dan lilin.
Keuntungan :
Peralatannya sederhana.

2. Perkolasi

  Ekstraksi dengan alat perkolator dan menggunakan cairan pelarut yang selalu baru. Simplisia perlu dibasahi pelarut terlebih dahulu agar jenuh dan menggunakan satu jenis atau lebih pelarut. Waktu yang digunakan lebih dari 24 jam dan khusus untuk simplisia termolabil.
Kerugian :
a. Cairan penyari lebih banyak 
b. Risiko cemaran mikroba untuk penyari air karena dilakukan secara terbuka
Keuntungan :
a. Tidak terjadi kejenuhan
b. Pengaliran meningkatkan difusi (dengan di aliri cairan penyari hingga zat terdorong keluar dari sel).

Cara Panas

3. Refluks

Refluks merupakan ekstraksi dengan pelarut yang di didihkan, tidak untuk di ekstraksi dengan campuran pelarut dan simplisia bercampur dengan pelarut.
Kerugian :
Butuh volume total pelarut yang besar dan sejumlah manipulasi operator.
Keuntungan :
Mengekstraksi sampel-sampel yang memiliki tekstur kasar seperti akar, batang, buah, biji dan herba.

4. Sokletasi

Sokletasi merupakan ekstraksi kontinyu/sinambung dengan pendingin baik, tidak untuk ekstraksi dengan campuran pelarut, simplisia tidak bercampur dengan pelarut dan waktu ekstraksi relatif singkat.
Kerugian :
Karena pelarut di daur ulang, ekstrak yang terkumpul pada wadah disebelah bawah terus-menerus dipanaskan sehingga dapat menyebabkan reaksi peruraian.
Keuntungan :
a. Untuk sampel dengan tekstur yang lunak dan tidak tahan terhadap pemanasan secara langsung.
b. Digunakan pelarut yang lebih sedikit.
c. Pemanasannya dapat diatur.

Selasa, 17 Oktober 2023

Perbedaan BUD (Beyond Use Dates) Dan Expired Date Obat, Lengkap Beserta Daftar BUD Obat

1. BUD (Beyond Use Dates) VS Expired Date Obat



BUD sediaan steril dan sediaan non steril penting untuk diidentifikasikan untuk meminimalisirkan risiko degradasi secara fisik, kimia dan kontaminasi mikroba yang akan berdampak pada kualitas obat (USP,2019).

2. BUD Sediaan Non-Steril

3. BUD Sediaan Steril

Kategori sediaan steril USP 2014 dan USP 2019


Sirup Antibiotik           : <7 hari

Sirup biasa                  : <14 hari

Puyer/serbuk terbagi   : 6 bulan dari waktu peracikan

Salep, gel, krim           : <30 hari

Tetes mata dan telinga : <28 hari/30 hari

Tetes mata minidose    : <3 hari

Insulin                         : <28 hari (penyimpanan harus di suhu ruang)

Steril (injeksi)              : <1 jam

Oralit                           : <24 jam


Baca Juga    : Penggolongan Obat Narkotika Dan Psikotropika

Minggu, 15 Oktober 2023

Penggolongan Obat Narkotika Dan Psikotropika

 Pengaturan Narkotika-Psikotropika

Narkotika        : UU No. 35 tahun 2009 tentang narkotika dan perubahannya Permenkes No. 2 Tahun 2017 tentang perubahan penggolongan narkotika
Psikotropika    : UU. No 2 tahun 2021 

A. Narkotika

        Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan (UU No. 2 tahun 1997). 

Penggolongan Narkotika

1.  Narkotika golongan I : Hanya dapat digunakan untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan dan tidak digunakan dalam terapi, mempunyai potensi sangat tinggi mengakibatkan ketergantungan. 

Contoh : tanaman Papaver somniferum L (kecuali bijinya), Opium mentah, opium masak (candu), tanaman koka (Erythroxylon), kokaina, tanaman ganja (cannabis), heroin.

2.     Narkotika golongan II : Berkhasiat pengobatan digunakan sebagai pilihan terakhir dan dapat digunakan dalam terapi dan/atau untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan, mempunyai potensi tinggi mengakibatkan ketergantungan. 

Contoh : Difenoksilat, dihidromorfina, Fentanil, Metadona, Morfina, Opium, Petidina, beserta bentuk garamnya.

3.     Narkotika golongan III : Berkhasiat pengobatan dan banyak digunakan dalam terapi dan/atau tujuan pengembangan ilmu pengetahuan, mempunyai potensi ringan mengakibatkan ketergantungan. 

Contoh : Kodein, dihidrokodein, etilmorfin, campuran opium/difenoksin/difenoksilat dengan bahan lain bukan narkotika.

B. Psikotropika

        Psikotropika adalah zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktivitas mental dan perilaku (UU No.5 tahun 1997).

Penggolongan Psikotropika

      1.      Psikotropika golongan I  

a.       Hanya dapat digunakan untuk tujuan ilmu pengetahuan.

b.      Dilarang diproduksi dan/atau digunakan dalam proses produksi.

c.  Hanya dapat disalurkan oleh pabrik obat dan pedagang besar farmasi kepada lembaga penelitian dan/atau lembaga pendidikan guna kepentingan ilmu pengetahuan.

d.      Mempunyai potensi amat kuat mengakibatkan sindroma ketergantungan.

Contoh : MDMA, Meskalin, Psilosibina, dll.

      2.      Psikotropika golongan II

a.    Berkhasiat pengobatan dan dapat digunakan dalam terapi dan/atau untuk tujuan ilmu pengetahuan.

b.      Mempunyai potensi kuat mengakibatkan sindroma ketergantungan.

Contoh : Amfetamin, Sekobarbital, Metakualon, dll.

     3.      Psikotropika golongan III

a.  Berkhasiat pengobatan dan banyak digunakan dalam terapi dan/atau untuk tujuan ilmu pengetahuan.

b.      Mempunyai potensi sedang mengakibatkan sindroma ketergantungan.

Contoh : Amobarbital, Pentobarbital, Sekobarbital, Fenobarbital, dll.

     4.      Psikotropika golongan IV

a.    Berkhaisat pengobatan dan sangat luas digunakan dalam terapi dan/atau untuk tujuan ilmu pengetahuan.

b.      Mempunyai potensi ringan mengakibatkan sindroma ketergantungan.

Contoh : Alprazolam, Diazepam, Klobazam, Klordiazepoksida, dll.


Sabtu, 07 Oktober 2023

Nama Latin Tanaman Beserta Khasiatnya, Fitokimia Farmasi

 NAMA LATIN TANAMAN DAN KHASIATNYA

Akar manis (Glycyrrhiza glabra)                    = Obat batuk

Bawang putih (Allium sativum)                     = Antimikroba

Cabe jawa (Piper retrofractum)                      = Viagra

Cengkeh (Syzgium aromaticum)                    = Antimikroba

Ginkgo (Ginkgo biloba)                                  = Neuroprotektif

Ginseng (Panax ginseng)                                = Antikanker

Jahe (Zingiber officinale)                               = Antimikroba

Jeruk (Citrus sinenisis)                                    = Antihemoroid

Jambu biji (Psidium guajava)                         = Penambah trombosit dan antidiare

Jati belanda (Guazuma ulmifolia)                   = Antikolesterol

Kunyit (Curcuma domestica)                         = Hepatoprotektif

Kumis kucing (Orthosiphon Stamineus)        = Antihipertensi/diuretik

Kelembak (Rheum palmatum)                        = Pencahar (laxatives)

Lidah buaya (Aloe vera)                                 = Pencahar

Lada hitam (Piper nigrum)                              = Parkinson

Mengkudu (Morindae citrifoliae)                   = Hepatoprotektif

Baca Juga : Macam-Macam Kromatografi Dan Prinsip Kerjanya

Maja (Aegle marmelos Cor)                           = Spasmolitik

Mahkota dewa (Phaleriae Macrocarpae)        = Antioksidan

Meniran (Phyllanthi niruri)                             = Immunomodulator

Manggis (Garcinia mangostana)                     = Antioksidan, antikanker dll

Pasak bumi (Eurycoma longifolia)                 = Viagra

Pegagan (Centella asiatica)                             = Sintesis kolagen

Senna (Cassia senna)                                      = Pencahar

Seledri (Apium graveolens)                            = Antihipertensi

Sambiloto (Andrographis paniculata)             = Antidiabetes dan antimalaria

Tapak dara (Catharanthus roseus)                  = Antikanker

Tempuyung (Sonchus arvensis)                      = Obat batu ginjal

Wortel (Daucus carota)                                   = Antioksidan


 

Jumat, 06 Oktober 2023

Macam-Macam Kromatografi Dan Prinsip Kerjanya

 Pengertian Kromatografi 

        Kromatografi merupakan analis pemisahan senyawa atau dalam satu sampel terkandung banyak senyawa, maka digunakan kromatografi untuk mengetahui senyawa apa saja yang terkandung dalam sampel tersebut dengan metode pemisahan.

Macam-Macam kromatografi

1. Kromatografi Lapis Tipis (KLT)
Sampel       : Campuran ekstrak, solut organik atau anorganik.
Prinsip        : Perbedaan interaksi analit antara fase diam dan fase gerak
Contoh       : Suatu sampel terdiri dari senyawa a (polar) dan b (non polar), fase gerak (polar), fase diam (non polar). Maka, senyawa a akan berinteraksi dengan fase gerak dan senyawa b akan berinteraksi dengan fase diam (ataupun sebaliknya).
Fase gerak  : Campuran larutan dengan kepolaran tertentu yang bersifat organik. Contoh : kloroform, n-heksan dan etanol.
Fase diam    : Padat (silika gel, serbuk selulosa dll).
Analis data  : Jumlah senyawa dalam sampel atau ekstrak fdapat diketahui berdasarkan jumlah spot atau titik yang muncul pada kertas setelah dielusi.

2. Kromatografi Gas
Kromatografi gas digunakan untuk sampel volatil (mudah menguap) dan tahan pemanasan (50 - 350 derajat C).
Prinsip        : Pemisahan senyawa berdasarkan perbedaan migrasi senyawa melewati kolom (fase diam) mengandung fase diam padat atau cair dengan gas sebagai fase gerak.
Fase gerak    : Gas inert (He, N2, H2 dan argon).
Fase diam     : Padat atau cair (titik didih tinggi).
Analis data : Jumlah senyawa berdasarkan jumlah puncak, kualitatif berdasarkan tR (waktu retensi) dan kuantitatif berdasarkan luas area puncak (AUC).


3. HPLC atau KCKT
Prinsip        : Pemidsahan campuran berdasarkan perbedaan migrasi senyawa yang dipengaruhi oleh rasio distribusi atau afinitasnya pada fase diam dan fase gerak.
Sampel         : Berupa larutan atau serbuk yang dilarutkan.
Fase gerak    : Cairan, senyawa organik, metanol, air dan asetonitril.
Fase diam     : Padat (silika modifikasi, C-18, C4, cyano dan amino).
Analis data : Jumlah senyawa berdasarkan jumlah puncak, kualitatif berdasarkan tR dan kuantitatif berdasarkan luas area puncak (AUC).

Teknik Elusi
Teknik elusi terbagi menjadi 2, yaitu :
1. Isokratik
Konsentrasi fase gerak yang digunakan selama analisis konstan atau tetap. 
Contoh : dari awal metanol : acn
                                        80 : 20 (sampai selesai)
2. Gradien
Konsentrasi fase gerak yang digunakan selama analisis berubah-ubah.
Contoh : Awal     = metanol 30 ml (5 menit)
               Tengah = metanol 45 ml (6 menit - 10 menit)
                Akhir   = 50 ml (11 menit - 20 menit)

Sistem Fase
1. Normal (fase diam polar, fase gerak non polar)
2. Terbalik/reversed (fase diam non polar, fase gerak polar)

PENGERTIAN DAN MACAM-MACAM SPEKTROFOTOMETRI

Prinsip Kerja Spektofotometri

        Prinsip kerja spektofotometri ialah dengan menggunakan sinar atau cahaya untuk mengukur seberapa banyak senyawa yang bisa menyerap intensitas atau panjang gelombang tertentu.

Macam-Macam Spektofotometri

1. Fourter Transform IR (FTIR)
        FTIR memiliki prinsip kerja yaitu interaksi molekul atau atom dengan radiasi elektro magnetik (sinar IR) pada panjang gelombang infrared, maka sinar ir akan menyebabkan atom pada sampel mengalami fibrasi atau bergetar. Setiap gugus fungsi menyerap pada panjang gelombang bilangan yang spesifik, jadi metode ini digunakan untuk menentukan atau menganalisis adanya gugus fungsi.
Pembawa : Pelet kbr
ir dekat (13.000 - 4.000/cm), pertengahan (4.000 - 200/cm) dan jauh (200 - 10/cm).

2. Uv - Vis
        Spektofotometri Uv-Vis memiliki prinsip kerja senyawa dalam larutan sampel akan ditembakan kesinar, kemudian sebagian sinar akan diserap oleh senyawa, sebagian lagi akan dilepaskan dan diteruskan ke detektor.
Sampel yang digunakan harus bidsa dilarutkan atau berupa larutan. Jika sampelnya serbuk maka harus dilarutkan dengan pelarut yang sesuai.
Panjang gelombang sinar Uv : 200 - 400 nm
Panjang gelombang visible    : 400 - 800 nm

3. Serapan atom (digunakan untuk analisis logam)
    Spektofotometri serapan atom memiliki prinsip kerja dengan analisis unsur-unsur logam dan metaloid berdasarkan penyerapan absorbansi radiasi oleh atom dalam fase gas.
Panjang gelombang : 200 - 800 nm.

4. Spektoskopi Masa
    Spektroskopi masa digunakan untuk mengidentifikasi struktur senyawadan untuk untuk mengidentifikasi sampel tersebut terkandung senyawa apa saja.

Kamis, 21 September 2023

MACAM-MACAM TITRASI BESERTA RUMUSNYA

 MACAM-MACAM TITRASI

1. Asidi Alkalimetri

    Asidi alkalimetri merupakan reaksi netralisasi untuk menentukan sifat senyawa asam atau basa membentuk garam dan air. 

Indikator : Penoftalein (merah jambu/ungu), metil orange

2. Argentometri (reaksi pengendapan)

    Argentometri merupakan reaksi penetapan kadar halogen (golongan III A) dan senyawa lain yang membentuk endapan dengan AgNO3.

Prinsip : Mereaksikan AgNO3+senyawa halogen = membentuk endapan

Indikator : Kalium kromat

3. Kompleksometri

      Kompleksometri merupakan penetapan kadar logam menggunakan titran edta membentuk komplek.

Prinsip : Pembentukan senyawa kompleks antara ion logam + Edta

Indikator : Hitam elekrom, jingga xylenol

Contoh : Logam (MgSO4) dengan obat antasida

4. Iodimetri (titrasi langsung)

       Iodimetri merupakan titrasi redoks, menggunakan iodium sebagai oksidator untuk analisis vitamin c.

Indikator : Amilum.

Baca Juga : Regimen Terapi Farmakologi Konstipasi Dan Diare

5. Iodometri (titrasi tidak langsung)

       Iodometri merupakan titrasi redoks untuk menetapkan senyawa yang memiliki potensial oksidasi lebih besar dari iodium (pentiter), iodium yang tereduksi akan dititrasi dengan natrium tiosulfat. Sampel oksidator direduksi oleh kalium iodida menghasilkan iodium, kelebihan iodium akan dititrasi oleh natrium tiosulfat (Na2S2O3).

Indikator : Amilum.

6. Nitrimetri (reaksi diazotasi)

        Nitrimetri merupakan reaksi pembentukan garam diazonium untuk senyawa dengan struktur amina aromatic primer (benzen)

Prinsip : Menitrasi senyawa yang mengandung gugus -NH2 (amina) dengan aromatik primer (gugus benzen) dan dilakukan dalam suasana asam. natrium nitrit akan berubah menjadi HNO2 (asam nitrit) dan bereaksi dengan sampel membentuk garam diazonium.

Indikator : Pasta kanji-iodida (jernih-biru)

Gugus yang bereaksi : NH2

7. Permanganatometri (titrasi yang tidak menggunakan indikator)

          Permanganatometri merupakan titrasi redoks dengan larutan baku KMNO4.

Contoh : Analisis hidrogen peroksida (H2O2)

Baca Juga : Kumpulan Soal Dan Jawaban Dosis Obat, Konversi Dosis Dan Laju Infus


Kamis, 17 Agustus 2023

Eksipien Tablet, Metode Pembuatan Tablet Dan Evaluasi Tablet

        Tablet dalah sediaan padat yang mengandung bahan obat dengan atau tanpa bahan pengisi. Tablet yang berbentuk kapsul disebut kaplet. Penggolongan tablet berdasarkan metode pembuatannya yaitu tablet kempa, tablet cetak, tablet kunyah, tablet effervecent, tablet hisap, tablet sublingual, dan tablet bukal.

Komponen Zat Tambahan Dalam Formula Tablet 

1. Filler, Dilluent (bahan pengisi)

Filler atau dilluent berfungsi untuk memperbesar volume tablet agar mudah dicetak atau dibuat. Contoh bahan yang berfungsi sebagai filler dan diluent adalah selulosa mikrokristal, laktosa, pati, kalium fosfat dan dibase.

2. Binder (bahan pengikat)

Binder berfungsi untuk memberikan daya adhesi pada masa serbuk sewaktu granulasi dan menambah daya kohesi pada bahan pengisi. Contoh bahan yang berfungsi sebagai binder adalah gom, akasia, gelatin, sukrosa, povidon, metil selulosa, CMC, pasta pati terhidrolisis, dan selulosa mikrokristal.

3. Desintegran (bahan penghancur)

Desintegran berfungsi untuk mengurangi gesekan selama proses pengempaan tablet dan juga berguna untuk mencegah massa tablet melekat pada cetakan. Contoh bahan yang berfungsi sebagai desintegran adalah senyawa asam stearat, minyak nabati terhidrogenasi dan talkum.

4. Antiadheren 

Antiadheren berfungsi untuk mencegah penempelan tablet pada punch atau pada dinding die. 

5. Glidan (pelincir)

Glidan berfungsi untuk meningkatkan kemampuan mengalir serbuk. Contoh bahan yang mengandung glidan adalah silika pirogenik koloidal.

6. Adsorben

Adsorben merupakan zat yang mampu mempertahankan cairan dalam jumlah yang banyak tanpa menjadi basah. Zat yang mencegah tablet basah dan mencegah lengket dicetakan. Contoh bahan yang berfungsi sebagai adsorben adalah bolus alba, kaolin dan bentonit.

7. Zat perasa

Contoh bahan yang berfungsi sebagai perasa adalah sukrosa, laktosa, dextrosa, glukosa, aspartame dan manitol.

8. Zat pewarna

9. Zat pengaroma

Baca Juga : Perhitungan Dan Cara Kerja Resep Obat Farmasi

Evaluasi Tablet

1. Waktu hancur

Waktu hancur tablet menggunakan alat desintegran. Menggunakan 6 tablet, media air, syarat uji waktu hancur harus <15 menit. Jika 1-2 tablet tidak hancur maka ditambah 12 tablet.

2. Kerapuhan

Uji kerapuhan menggunakan friability tester, menggunakan tablet >659 mg (10 tablet) atau <650 mg (6,5 gram tablet). Syarat uji kerapuhan yaitu bobot yang hilang < 1%.

3. Kekerasan

Uji kekerasan tablet menggunakan hardness tester dan menggunakan 10 tablet dengan berat 4-8 kg.

4. Disolusi

Uji disolusi menggunakan 6 tablet dengan suhu 37 - 0,5 derajat C.

5. Keseragaman sediaan

Uji keseragaman bobot menggunakan 30 sampel (10 tahap awal dan 20 tahap lanjutan)

Baca Juga : Formulasi Sediaan Krim

Selasa, 08 Agustus 2023

Regimen Terapi farmakologi Konstipasi dan Diare

 Apasih Perbedaan Konstipasi dan Diare? 

Konstipasi atau sembelit merupakan keadaan dimana tinja mengeras, susah keluar, BAB jarang dan keluar darah saat mengejan. Sedangkan diare merupakan frekuensi buang air besar lebih dari 3 kali dalam sehari, feses cair dan tubuh terasa lemas atau dehidrasi.

Tanda dan gejala konstipasi 

1. Penurunan gerak peristaltik usus
2. Penurunan air dan lemak
3. Frekuensi buang air besar kurang dari 3 kali dalam seminggu
4. Tinja keras dan sulit keluar

Regimen Terapi farmakologi Konstipasi

Konstipasi
Untuk 1st terapi konstipasi adalah stimulan karena stimulan memiliki onset yang cepat. 

Terapi Non Farmakologi Konstipasi

1. Asupan serat dan cairan yang tinggi
2. Atur pola makan
3. Cuci tangan sebelum makan

Macam-Macam Golongan Obat Konstipasi

1. Osmotik
    Osmotik bekerja dengan meningkatkan osmosis dan menahan air yang mendorong tinja keluar dapat     bertahan di usus. Contoh obat golongan osmotik diantaranya yaitu laktulosa, garam magnesium, PEG     dan gliserin.
2. Bulk laksativ
    Bulk laksativ bekerja membentuk massa pada feses dengan menahan air di usus dan                                mempertahankan gerak peristaltik usus. Contoh golongan bulk laksativ diantaranya adalah serat dan     metil selulosa.
3. Emolien
    Emolien atau pelunak feses bekerja dengan menambahkan air dan lemak kedalam feses. 
    Contoh obat golongan emolien diantaranya yaitu natrium docusate dan paraffin cair.
    Hindari penggunaan obat golongan emolien dalam jangka waktu yang panjang.
4. Stimulan
    Stimulan bekerja dengan meningkatkan peristaltik usus.Contoh obat golongan stimulan adalah                 bisacodil dan senna. Efek samping golongan stimulan adalah diare dan hipokalemia.

Lini terapi untuk anak < 1 tahun     : Ekstrak malt, sirup jagung, laktulosa dan sorbitol
Lini terapi untuk anak >1 tahun   : PEG 1st, alternatif lain dapat menggunakan laksatif stimulan dan docusate.
Lansia                                              : larutan PEG
Ibu hamil                                         : Bisacodil suppo

DIARE

Lini terapi diare terbagi menjadi 2, yakni diare akut dan diare kronik.

Diare Akut

Diare akut terjadi selama <3 hari (tanpa infeksi), terdapat 2 terapi untuk diare akut:
1.  Antimotilitas atau opiat dan turunannya
    Antimotilitas atau opiat dan turunannya bekerja dengan mengurangi peristaltik di usus atau                      menghambat pergerakan usus.
    Contoh obat golongannya : loperamid dan difenoksilat.
2. Pengganti cairan dan elektrolit
    Penggunaan pengganti cairan dan elektrolit bertujuan untuk mengatasi dehidrasi pada pasien diare.        contoh obatnya yaitu oralit dan zinc.

Diare Kronik

Diare Kronik disebabkan oleh infeksi bakteri, feses berdarah dan berlendir serta diare terjadi selama >14 hari. Untuk terapi diare kronik harus menggunakan antibiotik.
Contoh obat terapi diare kronik :
1. Antibiotik
    Ciprofolxacin, digunakan untuk diare kronik akibat infeksi bakteri shigella, salmonella dan e.coli.
    Doxiciclin, digunakan untuk infeksi bakteri kolera.
    Azitromicin, digunakan untuk infeksi bakteri campilo bacter pylori.
2. Antisekretori (bismuth subsalicil)
3. Adsorben (kaolin pectin dan attapulgit)
   Adsorben bekerja dengan menyerap zat beracun serta nutrisi karna tidak selektif. efek samping:               konstipasi.

Terapi Diare Untuk Anak 

1. 1st Oralit
    Oralit diencerkan dalam 200 ml air atau dapat menggunakan garam dan gula dengan perbandingan 
    4 : 1
2. Zinc
    Zinc bekerja dengan memperbaiki motilitas usus.
    <6 bulan : 10 mg/hari (10 hari)
    >6 bulan : 20 mg/hari (10 hari)
3. Bayi <6 bulan (asi dan susu formula), >6 bulan (oralit)

Minggu, 06 Agustus 2023

Perbedaan Gerd, Gastritis dan Ulkus Peptikum Serta Golongan Obatnya

Apasih Perbedaan Gerd, Gastritis dan Ulkus Peptikum ? 
    Perbedaan mendasar dari ketiganya terletak pada penyebabnya, gerd atau gastritis disebabkan oleh asam lambung yang naik ke esofagus hingga menyebabkan iritasi, sedangkan ulkus peptikum disebabkan karena gerd dan infeksi bakteri h.pylori. Gerd atau gastritis disebabkan oleh kenaikan asam lambung ke esofagus hingga menyebabkan iritasi. Berikut terapi farmakologi gastritis : 
1. Golongan Antasida (1st) 
    Antasida memiliki kandungan zat aktif yang terdiri dari aluminium hidroksida dan magnesium hidroksida. Antasida bekerja dengan cara menetralkan pH asam lambung. Pasien yang sedang menjalani terapi mengguankan antasida perlu memakan makanan yang mengandung tinggi serat, penuhi kebutuhan mineral, karena antasida memiliki efek samping konstipasi dan diare.
2. Golongan Antagonis H2 Bloker 
    Antagonis H2 Bloker bekerja di sel parietal untuk mencegah produksi asam lambung dan memblok reseptor histamin pada sel parietal.
Contoh obat golongan h2 bloker diantaranya yaitu ranitidin (eso konstipasi dan diare), simetidin (eso ginekomastia), famotidin dan nizatidin.

Baca Juga : Antiinflamasi

3. Golongan PPI (Pump Proton Inhibitor
     PPI dijuluki sebagai obat SR (sustained release) yang merupakan obat dengan pelepasan lambat. PPI dipecah di usus dua belas jari yang bekerja mencegah pembentukan asam lambung dengan memblok pompa K+ dan H+ ATPase di sel parietal lambung. Sebaiknya obat PPI dikombinasikan dengan golongan lain karena PPI tidak bekerja pada reseptor mual dan muntah.
Contoh obat golongan PPI diantaranya yaitu Omeprazol, lansoprazol, pantoprazol, dan esomeprazol. Efek samping golongan PPI yaitu gangguan fungsi hati, konstipasi mual dan muntah.
4. Golongan Agen Mukoprotektif/Pelindung Mukosa
    Golongan Agen Mukoprotektif bekerja dengan membentuk lapisan mucus pada mukosa lambung atau obat yang digunakan untuk mengatasi luka pada lambung.
Contoh obat golongan Agen Mukoprotektif yaitu sukralfat dan rebamipide.
5. Golongan Analog Prostaglanding 
    Golongan Analog Prostaglandin bekerja dengan menstimulasi mukosa lambung dan menghambat sekresi asam lambung. contoh : misoprostol.


        Ulkus peptikum merupakan gerd atau gastritis yang disebabkan oleh infeksi bakteri H.pylori. Terapi farmakologi ulkus peptikum harus diresepkan antibiotik oleh dokter. Berikut terapi Antibiotik ulkus peptikum : 
                                         2AB + PPI 
1. PPI + Amoxicillin + Claritomicin (2x sehari) 
2. PPI + Amoxicillin + Metronidazol + Tetrasiklin (4x sehari) 
3. PPI + Amoxicillin + Metronidazol + Claritomicin (2x sehari) 
pada hari pertama-sepuluh harus menggunakan golongan PPi, pada hari pertama-kelima antibiotiknya menggunakan amoxicillin, pada hari ke enam-sepuluh menggunakan metronidazol, hari ke enam-sepuluh menggunakan claritomicin. 

Untuk ibu hamil diterapi menggunakan antasida.

Kamis, 12 Agustus 2021

Dislipidemia (Anti Kolesterol)

 

dislipidemia

Dislipidemia merupakan kelainan metabolisme lipid yang ditandai dengan peningkatan maupun penurunan fraksi lipid dalam plasma. Kolestrol merupakan suatu komponen lipida darah bersama dengan trigliserida (minyak), asam lemak bebas dan fosfolipida. Dislipidemia terdiri dari hipertrigliserida (Tg), hiperlippoproteinemia (LDL), hiperlipidemi combine (LDL & Tg). dan menurunnya HDL.

Kadar lipid serum:

Keterangan

Trigliserida (TG)

HDL

LDL

Kolesterol total

Optimal

<150

<40

<100

<200

Diinginkan

150-199

60

130-159

200-239

Tinggi

200-499

 

160-189

240

Sangat tinggi

>500

 

190

 

Fungsi kolesterol:

a. Pembentukan dinding sel

b. Pembentukan hormon steroid

c. Bahan membuat hormon seks & hormon kortekosteroid

d. Asam empedu

Mekanisme Kolesterol

Kolesterol di sekresi di hati & intestin, dan berasal dari penyerapan makanan di usus. Pengedaran kolesterol ditubuh dibawa oleh zat lippoprotein (Hdl, Ldl & Tg). Ldl dan Tg masuk kedalam plasma darah, ldl dan tg yang berlebih dapat menimbulkan plak sehingga peredaran darah menjadi tersumbat. penyumbatan pembuluh darah dapat mengakibatkan stroke, serangan jantung dan gangguan peredaran darah lainnya. Hdl berfungsi untuk mengikis ldl dan tg yang menyumbat pembuluh darah. jadi, kadar hdl dalam darah sebaiknya ditingkatkan. 

Baca Juga: Anti Inflamasi Steroid dan Non Steroid

Obat Antikolesterol

Golongan

Mekanisme kerja

lippoprotein

ESO

Obat

Statin

Sintetis kolesterol dihati,

Reseptor LDL

LDL 18-55%

HDL 5-15%

Tg 7-30%

Milopati, peningkatan enzim hati

Simvastatin, lovastatin, atorvastatin

Bile Acid Sequesrant (BAC)

Menghambat sirkulasi enterohepatic asam empedu, Sintesis asam empedu & reseptor LDL

LDL 13-30%

HDL 3-5%

Tg tidak berubah

Konstipasi dan mual

Cholestiramine, cholestipol dan colesevelam

Asam nikotinat

HDL

Sintesis VLDL dihati

LDL 5-25%

HDL 15-35%

Tg 20-50%

Flushing, hiperglikemia, hiperuresemia, hepatoktositas

Niacin/asam nikotinat

Fibrat

Hidrolisis Tg

Sintesis VLDL

Katabolisme LDL

HDL

LDL 5-20%

HDL 10-20%

Tg 20-50%

 

Dispepsia, miopati, dan batu empedu

Gemfibrozil, fenofibrate, clorfibrat

Cholesterol absortion bloker (CAB)

Absorbsi kolesterol diusus halus

 

LDL 10-18%

APO B 11-16%

Diare, sakit kepala, nyeri perut

Ezetimibe

Asam lemak omega-3

 

Tg 27-45%

Total K 7-10%

VLDL 20-42%

APO B 4%

 

AS.Lemak omega-3

Hanya statin yang menunjukan bukti-bukti konsistensi, sedangkan obat yang lain belum mempunyai bukti yang cukup kuat (PERKENI, 2015).

Klasifikasi statin menurut ACC/AHA 2013 berdasarkan kemampuan menurunkan K-LDL

kolesterol

Baca Juga: Antihistamin dan Mekanisme Terjadinya Alergi