Senin, 23 Oktober 2023
Prinsip Dan Macam Macam Metode Ekstraksi
Selasa, 17 Oktober 2023
Perbedaan BUD (Beyond Use Dates) Dan Expired Date Obat, Lengkap Beserta Daftar BUD Obat
1. BUD (Beyond Use Dates) VS Expired Date Obat

2. BUD Sediaan Non-Steril

3. BUD Sediaan Steril
Kategori
sediaan steril USP 2014 dan USP 2019

Sirup Antibiotik :
<7 hari
Sirup biasa : <14 hari
Puyer/serbuk terbagi :
6 bulan dari waktu peracikan
Salep, gel, krim :
<30 hari
Tetes mata dan telinga :
<28 hari/30 hari
Tetes mata minidose :
<3 hari
Insulin :
<28 hari (penyimpanan harus di suhu ruang)
Steril (injeksi) :
<1 jam
Oralit :
<24 jam
Baca Juga : Penggolongan Obat Narkotika Dan Psikotropika
Minggu, 15 Oktober 2023
Penggolongan Obat Narkotika Dan Psikotropika
Pengaturan Narkotika-Psikotropika
A. Narkotika
Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan (UU No. 2 tahun 1997).
Penggolongan Narkotika
1. Narkotika golongan I : Hanya dapat digunakan untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan dan tidak digunakan dalam terapi, mempunyai potensi sangat tinggi mengakibatkan ketergantungan.
Contoh : tanaman Papaver somniferum L (kecuali bijinya), Opium mentah, opium masak (candu), tanaman koka (Erythroxylon), kokaina, tanaman ganja (cannabis), heroin.
2. Narkotika golongan II : Berkhasiat pengobatan digunakan sebagai pilihan terakhir dan dapat digunakan dalam terapi dan/atau untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan, mempunyai potensi tinggi mengakibatkan ketergantungan.
Contoh : Difenoksilat, dihidromorfina, Fentanil, Metadona, Morfina, Opium, Petidina, beserta bentuk garamnya.
3. Narkotika golongan III : Berkhasiat pengobatan dan banyak digunakan dalam terapi dan/atau tujuan pengembangan ilmu pengetahuan, mempunyai potensi ringan mengakibatkan ketergantungan.
Contoh : Kodein, dihidrokodein, etilmorfin, campuran opium/difenoksin/difenoksilat dengan bahan lain bukan narkotika.
B. Psikotropika
Psikotropika adalah zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktivitas mental dan perilaku (UU No.5 tahun 1997).
Penggolongan Psikotropika
1. Psikotropika
golongan I
a. Hanya
dapat digunakan untuk tujuan ilmu pengetahuan.
b. Dilarang
diproduksi dan/atau digunakan dalam proses produksi.
c. Hanya
dapat disalurkan oleh pabrik obat dan pedagang besar farmasi kepada lembaga
penelitian dan/atau lembaga pendidikan guna kepentingan ilmu pengetahuan.
d. Mempunyai
potensi amat kuat mengakibatkan sindroma ketergantungan.
Contoh
: MDMA, Meskalin, Psilosibina, dll.
2. Psikotropika
golongan II
a. Berkhasiat pengobatan dan
dapat digunakan dalam terapi dan/atau untuk tujuan ilmu pengetahuan.
b. Mempunyai potensi kuat
mengakibatkan sindroma ketergantungan.
Contoh
: Amfetamin, Sekobarbital, Metakualon, dll.
3. Psikotropika
golongan III
a. Berkhasiat
pengobatan dan banyak digunakan dalam terapi dan/atau untuk tujuan ilmu
pengetahuan.
b. Mempunyai
potensi sedang mengakibatkan sindroma ketergantungan.
Contoh :
Amobarbital, Pentobarbital, Sekobarbital, Fenobarbital, dll.
4. Psikotropika
golongan IV
a. Berkhaisat
pengobatan dan sangat luas digunakan dalam terapi dan/atau untuk tujuan ilmu
pengetahuan.
b. Mempunyai
potensi ringan mengakibatkan sindroma ketergantungan.
Contoh : Alprazolam, Diazepam, Klobazam, Klordiazepoksida, dll.
Sabtu, 07 Oktober 2023
Nama Latin Tanaman Beserta Khasiatnya, Fitokimia Farmasi
NAMA LATIN TANAMAN DAN KHASIATNYA
Akar manis (Glycyrrhiza glabra) = Obat batuk
Bawang putih (Allium sativum) = Antimikroba
Cabe jawa (Piper retrofractum) =
Viagra
Cengkeh (Syzgium aromaticum) =
Antimikroba
Ginkgo (Ginkgo biloba) =
Neuroprotektif
Ginseng (Panax ginseng) = Antikanker
Jahe (Zingiber officinale) = Antimikroba
Jeruk (Citrus sinenisis) =
Antihemoroid
Jambu biji (Psidium guajava) =
Penambah trombosit dan antidiare
Jati belanda (Guazuma ulmifolia) = Antikolesterol
Kunyit (Curcuma domestica) =
Hepatoprotektif
Kumis kucing (Orthosiphon Stamineus) = Antihipertensi/diuretik
Kelembak (Rheum palmatum) = Pencahar (laxatives)
Lidah buaya (Aloe vera) = Pencahar
Lada hitam (Piper nigrum) =
Parkinson
Mengkudu (Morindae citrifoliae) = Hepatoprotektif
Baca Juga : Macam-Macam Kromatografi Dan Prinsip Kerjanya
Maja (Aegle marmelos Cor) =
Spasmolitik
Mahkota dewa (Phaleriae Macrocarpae) = Antioksidan
Meniran (Phyllanthi niruri) =
Immunomodulator
Manggis (Garcinia mangostana) =
Antioksidan, antikanker dll
Pasak bumi (Eurycoma longifolia) = Viagra
Pegagan (Centella asiatica) =
Sintesis kolagen
Senna (Cassia senna) =
Pencahar
Seledri (Apium graveolens) =
Antihipertensi
Sambiloto (Andrographis paniculata) = Antidiabetes dan antimalaria
Tapak dara (Catharanthus roseus) = Antikanker
Tempuyung (Sonchus arvensis) =
Obat batu ginjal
Wortel (Daucus carota) =
Antioksidan
Jumat, 06 Oktober 2023
Macam-Macam Kromatografi Dan Prinsip Kerjanya
Pengertian Kromatografi
Macam-Macam kromatografi
PENGERTIAN DAN MACAM-MACAM SPEKTROFOTOMETRI
Prinsip Kerja Spektofotometri
Macam-Macam Spektofotometri
Kamis, 21 September 2023
MACAM-MACAM TITRASI BESERTA RUMUSNYA
MACAM-MACAM TITRASI
1. Asidi Alkalimetri
Asidi alkalimetri merupakan reaksi netralisasi untuk menentukan sifat senyawa asam atau basa membentuk garam dan air.
Indikator : Penoftalein (merah jambu/ungu), metil orange
2. Argentometri (reaksi pengendapan)
Argentometri merupakan reaksi penetapan kadar halogen (golongan III A) dan senyawa lain yang membentuk endapan dengan AgNO3.
Prinsip : Mereaksikan AgNO3+senyawa halogen = membentuk endapan
Indikator : Kalium kromat
3. Kompleksometri
Kompleksometri merupakan penetapan kadar logam menggunakan titran edta membentuk komplek.
Prinsip : Pembentukan senyawa kompleks antara ion logam + Edta
Indikator : Hitam elekrom, jingga xylenol
Contoh : Logam (MgSO4) dengan obat antasida
4. Iodimetri (titrasi langsung)
Iodimetri merupakan titrasi redoks, menggunakan iodium sebagai oksidator untuk analisis vitamin c.
Indikator : Amilum.
Baca Juga : Regimen Terapi Farmakologi Konstipasi Dan Diare
5. Iodometri (titrasi tidak langsung)
Iodometri merupakan titrasi redoks untuk menetapkan senyawa yang memiliki potensial oksidasi lebih besar dari iodium (pentiter), iodium yang tereduksi akan dititrasi dengan natrium tiosulfat. Sampel oksidator direduksi oleh kalium iodida menghasilkan iodium, kelebihan iodium akan dititrasi oleh natrium tiosulfat (Na2S2O3).
Indikator : Amilum.
6. Nitrimetri (reaksi diazotasi)
Nitrimetri merupakan reaksi pembentukan garam diazonium untuk senyawa dengan struktur amina aromatic primer (benzen)
Prinsip : Menitrasi senyawa yang mengandung gugus -NH2 (amina) dengan aromatik primer (gugus benzen) dan dilakukan dalam suasana asam. natrium nitrit akan berubah menjadi HNO2 (asam nitrit) dan bereaksi dengan sampel membentuk garam diazonium.
Indikator : Pasta kanji-iodida (jernih-biru)
Gugus yang bereaksi : NH2
7. Permanganatometri (titrasi yang tidak menggunakan indikator)
Permanganatometri merupakan titrasi redoks dengan larutan baku KMNO4.
Contoh : Analisis hidrogen peroksida (H2O2)
Baca Juga : Kumpulan Soal Dan Jawaban Dosis Obat, Konversi Dosis Dan Laju Infus
Kamis, 17 Agustus 2023
Eksipien Tablet, Metode Pembuatan Tablet Dan Evaluasi Tablet
Tablet dalah sediaan padat yang mengandung bahan obat dengan atau tanpa bahan pengisi. Tablet yang berbentuk kapsul disebut kaplet. Penggolongan tablet berdasarkan metode pembuatannya yaitu tablet kempa, tablet cetak, tablet kunyah, tablet effervecent, tablet hisap, tablet sublingual, dan tablet bukal.
Komponen Zat Tambahan Dalam Formula Tablet
1. Filler, Dilluent (bahan pengisi)
Filler atau dilluent berfungsi untuk memperbesar volume tablet agar mudah dicetak atau dibuat. Contoh bahan yang berfungsi sebagai filler dan diluent adalah selulosa mikrokristal, laktosa, pati, kalium fosfat dan dibase.
2. Binder (bahan pengikat)
Binder berfungsi untuk memberikan daya adhesi pada masa serbuk sewaktu granulasi dan menambah daya kohesi pada bahan pengisi. Contoh bahan yang berfungsi sebagai binder adalah gom, akasia, gelatin, sukrosa, povidon, metil selulosa, CMC, pasta pati terhidrolisis, dan selulosa mikrokristal.
3. Desintegran (bahan penghancur)
Desintegran berfungsi untuk mengurangi gesekan selama proses pengempaan tablet dan juga berguna untuk mencegah massa tablet melekat pada cetakan. Contoh bahan yang berfungsi sebagai desintegran adalah senyawa asam stearat, minyak nabati terhidrogenasi dan talkum.
4. Antiadheren
Antiadheren berfungsi untuk mencegah penempelan tablet pada punch atau pada dinding die.
5. Glidan (pelincir)
Glidan berfungsi untuk meningkatkan kemampuan mengalir serbuk. Contoh bahan yang mengandung glidan adalah silika pirogenik koloidal.
6. Adsorben
Adsorben merupakan zat yang mampu mempertahankan cairan dalam jumlah yang banyak tanpa menjadi basah. Zat yang mencegah tablet basah dan mencegah lengket dicetakan. Contoh bahan yang berfungsi sebagai adsorben adalah bolus alba, kaolin dan bentonit.
7. Zat perasa
Contoh bahan yang berfungsi sebagai perasa adalah sukrosa, laktosa, dextrosa, glukosa, aspartame dan manitol.
8. Zat pewarna
9. Zat pengaroma
Baca Juga : Perhitungan Dan Cara Kerja Resep Obat Farmasi
Evaluasi Tablet
1. Waktu hancur
Waktu hancur tablet menggunakan alat desintegran. Menggunakan 6 tablet, media air, syarat uji waktu hancur harus <15 menit. Jika 1-2 tablet tidak hancur maka ditambah 12 tablet.
2. Kerapuhan
Uji kerapuhan menggunakan friability tester, menggunakan tablet >659 mg (10 tablet) atau <650 mg (6,5 gram tablet). Syarat uji kerapuhan yaitu bobot yang hilang < 1%.
3. Kekerasan
Uji kekerasan tablet menggunakan hardness tester dan menggunakan 10 tablet dengan berat 4-8 kg.
4. Disolusi
Uji disolusi menggunakan 6 tablet dengan suhu 37 - 0,5 derajat C.
5. Keseragaman sediaan
Uji keseragaman bobot menggunakan 30 sampel (10 tahap awal dan 20 tahap lanjutan)
Baca Juga : Formulasi Sediaan Krim
Selasa, 08 Agustus 2023
Regimen Terapi farmakologi Konstipasi dan Diare
Apasih Perbedaan Konstipasi dan Diare?
Konstipasi atau sembelit merupakan keadaan dimana tinja mengeras, susah keluar, BAB jarang dan keluar darah saat mengejan. Sedangkan diare merupakan frekuensi buang air besar lebih dari 3 kali dalam sehari, feses cair dan tubuh terasa lemas atau dehidrasi.
Tanda dan gejala konstipasi
Regimen Terapi farmakologi Konstipasi
Terapi Non Farmakologi Konstipasi
Macam-Macam Golongan Obat Konstipasi
DIARE
Diare Akut
Diare Kronik
Terapi Diare Untuk Anak
Minggu, 06 Agustus 2023
Perbedaan Gerd, Gastritis dan Ulkus Peptikum Serta Golongan Obatnya
Kamis, 12 Agustus 2021
Dislipidemia (Anti Kolesterol)
Dislipidemia merupakan kelainan metabolisme lipid yang ditandai dengan peningkatan maupun penurunan fraksi lipid dalam plasma. Kolestrol merupakan suatu komponen lipida darah bersama dengan trigliserida (minyak), asam lemak bebas dan fosfolipida. Dislipidemia terdiri dari hipertrigliserida (Tg), hiperlippoproteinemia (LDL), hiperlipidemi combine (LDL & Tg). dan menurunnya HDL.
Kadar lipid serum:
|
Keterangan |
Trigliserida (TG) |
HDL |
LDL |
Kolesterol total |
|
Optimal |
<150 |
<40 |
<100 |
<200 |
|
Diinginkan |
150-199 |
≥60 |
130-159 |
200-239 |
|
Tinggi |
200-499 |
|
160-189 |
≥240 |
|
Sangat
tinggi |
>500 |
|
≥190 |
|
a. Pembentukan dinding sel
b. Pembentukan hormon steroid
c. Bahan membuat hormon seks & hormon kortekosteroid
d. Asam empedu
Mekanisme Kolesterol
Kolesterol di sekresi di hati & intestin, dan berasal dari penyerapan makanan di usus. Pengedaran kolesterol ditubuh dibawa oleh zat lippoprotein (Hdl, Ldl & Tg). Ldl dan Tg masuk kedalam plasma darah, ldl dan tg yang berlebih dapat menimbulkan plak sehingga peredaran darah menjadi tersumbat. penyumbatan pembuluh darah dapat mengakibatkan stroke, serangan jantung dan gangguan peredaran darah lainnya. Hdl berfungsi untuk mengikis ldl dan tg yang menyumbat pembuluh darah. jadi, kadar hdl dalam darah sebaiknya ditingkatkan.
Baca Juga: Anti Inflamasi Steroid dan Non Steroid
Obat Antikolesterol
|
Golongan |
Mekanisme kerja |
lippoprotein |
ESO |
Obat |
|
Statin |
↓Sintetis kolesterol dihati, ↑Reseptor LDL |
↓LDL 18-55% ↑HDL 5-15% ↓Tg 7-30% |
Milopati, peningkatan enzim hati |
Simvastatin, lovastatin,
atorvastatin |
|
Bile
Acid Sequesrant (BAC) |
Menghambat sirkulasi enterohepatic
asam empedu, ↑Sintesis
asam empedu & reseptor LDL |
↓LDL 13-30% ↑HDL 3-5% Tg tidak berubah |
Konstipasi dan mual |
Cholestiramine, cholestipol dan
colesevelam |
|
Asam
nikotinat |
↑HDL ↓ Sintesis VLDL dihati |
↓LDL 5-25% ↑HDL 15-35% ↓Tg 20-50% |
Flushing, hiperglikemia, hiperuresemia,
hepatoktositas |
Niacin/asam nikotinat |
|
Fibrat |
↑ Hidrolisis Tg ↓Sintesis VLDL ↑ Katabolisme LDL ↑HDL |
↓LDL 5-20% ↑HDL 10-20% ↑Tg 20-50% |
Dispepsia, miopati, dan batu
empedu |
Gemfibrozil, fenofibrate,
clorfibrat |
|
Cholesterol
absortion bloker (CAB) |
↓Absorbsi kolesterol diusus halus |
↓LDL 10-18% ↓APO B 11-16% |
Diare, sakit kepala, nyeri perut |
Ezetimibe |
|
Asam
lemak omega-3 |
|
↓Tg 27-45% ↓Total K 7-10% ↓VLDL 20-42% ↓APO B 4% |
|
AS.Lemak omega-3 |
Hanya statin yang menunjukan bukti-bukti konsistensi, sedangkan obat yang lain belum mempunyai bukti yang cukup kuat (PERKENI, 2015).
Klasifikasi statin menurut ACC/AHA 2013 berdasarkan kemampuan menurunkan K-LDL


